Monday, April 20, 2026
HomeBursaRisiko Volatilitas Pasar: Mirae Ingatkan Lonjakan Harga Minyak

Risiko Volatilitas Pasar: Mirae Ingatkan Lonjakan Harga Minyak

Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat volatilitas pasar saham domestik masih akan berlanjut di tengah lonjakan harga energi dan arus dana asing yang fluktuatif. Kondisi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak global serta meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan. Di acara Media Day: Strategic Allocations to Manage Q1 Market Volatility di Jakarta, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa harga minyak saat ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang signifikan. Lonjakan harga minyak Brent di atas 100 dolar AS per barel juga menciptakan tekanan inflasi global dan memicu risiko stagflasi di berbagai negara.

Peningkatan harga minyak yang cepat berpotensi menahan penurunan suku bunga global dan menekan pasar saham, termasuk di Indonesia. Saat ini, IHSG turun sebesar 1,62 persen dan EIDO melemah sebesar 2,70 persen. Tekanan pasar juga terjadi akibat arus keluar dana asing sebesar Rp263 miliar, meskipun ada minat beli investor asing pada saham berbasis komoditas seperti ITMG, PTBA, dan BRMS.

Sektor batu bara dinilai memiliki ketahanan relatif di tengah penurunan harga komoditas. ITMG, sebagai contoh, mencatat kinerja kuat pada kuartal IV 2025 dengan pendapatan mencapai 512 juta dolar AS. Farras Farhan, Senior Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, menyoroti disiplin biaya dan efisiensi operasional ITMG yang membantu perusahaan mempertahankan profitabilitas meskipun harga batu bara turun.

Seiring volatilitas global, sektor komoditas diharapkan dapat menjadi penopang pasar saham domestik. Mirae Asset juga mencatat potensi peningkatan aktivitas ekonomi domestik menjelang Idul Fitri yang dapat memberikan sentimen positif bagi sektor ritel, makanan-minuman, dan transportasi. Saham konsumer seperti CMRY dan MYOR bisa menjadi pertimbangan investor mengingat potensi peningkatan permintaan menjelang Lebaran.

Meski pasar saham berpotensi mendapat dukungan dari penyesuaian portofolio investor menjelang libur panjang Lebaran, pergerakan pasar tetap sangat dipengaruhi oleh sentimen global dan arus dana asing. Dalam menghadapi dinamika pasar yang tidak pasti, perencanaan investasi yang cermat dan strategis tetap diperlukan untuk mengantisipasi risiko dan peluang di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler