Setiap tahunnya, Gideon Badminton Academy (GBA) berharap setidaknya ada satu pemain yang bisa lolos ke Pelatnas. Salah satu atlet binaan mereka, Joven Farandi, berhasil menembus Pelatnas PBSI Cipayung setelah melewati Seleksi Nasional 2026. Joven sebelumnya telah membayar biaya latihan sebesar Rp162 juta selama dua tahun di GBA. Atas keberhasilannya, GBA mengembalikan seluruh biaya tersebut sebagai bentuk apresiasi.
CEO Gideon Badminton Academy, Marcus Fernaldi Gideon, menyatakan bahwa ini adalah bentuk penghargaan bagi atlet yang berhasil masuk Pelatnas melalui biaya mandiri. Joven dan rekannya, Joseph Marcellino Kyta, berhasil meraih tempat di Pelatnas setelah menjadi juara Seleknas PBSI 2026. Marcus menekankan bahwa GBA memberikan pendekatan pembinaan yang berbeda, baik melalui sistem mandiri maupun dengan program beasiswa.
Dalam dua tahun terakhir, beberapa atlet binaan GBA berhasil menembus Pelatnas, termasuk Muhammad Nawaf Khoiriyansyah/Luna Rianty Saffana dan Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta. Marcus mengungkapkan rasa bangganya melihat kontribusi GBA dalam pembinaan bulu tangkis nasional. Ia berharap agar GBA dapat konsisten menghasilkan atlet-atlet berkualitas setiap tahunnya, serta menambah sektor pelatihan tunggal dengan merekrut mantan pemain Pelatnas Tommy Sugiarto sebagai pelatih.
GBA merupakan gagasan dari almarhum Kurniahu Tjio Kay Kie, ayah dari Marcus Gideon, yang ingin mencetak atlet bulu tangkis masa depan Indonesia. Meskipun Kurniahu telah meninggal, ia sempat melihat keberhasilan atlet-atlet GBA masuk Pelatnas sebelumnya. Dengan semangat untuk terus berkembang, GBA menargetkan untuk menyumbangkan setidaknya satu atlet ke Pelatnas setiap tahunnya, sebagai bagian dari kontribusi mereka dalam dunia bulu tangkis nasional.


