Sunday, August 16, 2026
HomeFinansialTrade Diversion AS ke RI Capai 7,11 Miliar Dolar: Ekonom UI

Trade Diversion AS ke RI Capai 7,11 Miliar Dolar: Ekonom UI

Potensi pengalihan perdagangan (trade diversion) dari Amerika Serikat ke Indonesia menjadi sorotan ekonom Universitas Indonesia sekaligus Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Fithra Faisal Hastiadi. Menurutnya, peluang ini muncul karena tarif resiprokal yang diterapkan pada produk impor Indonesia lebih rendah dibandingkan negara-negara pesaing, memungkinkan importir AS untuk lebih memilih produk Indonesia. Dalam konteks ekonomi, hal ini memberikan keuntungan bagi Indonesia karena tarif yang lebih kompetitif dibanding negara lain seperti Brazil dan China, membuka peluang trade diversion yang berpotensi berlipat ganda.

Potensi trade diversion tersebut didukung oleh tarif nol persen bagi 1.819 produk asal Indonesia serta kesempatan investasi yang lebih luas di sektor manufaktur strategis berkat perjanjian dagang antara Indonesia dan AS. Fithra Faisal Hastiadi mencatat bahwa sektor manufaktur Indonesia bisa mendapatkan keuntungan hingga 3,38 miliar dolar AS dari trade diversion, sementara sektor tekstil senilai 2,22 miliar dolar AS dan sektor agrikultur sebesar 1 miliar dolar AS.

Selain itu, perjanjian dagang ini juga berpotensi menciptakan pengakuan standar timbal-balik antara kedua belah pihak, termasuk standarisasi jaminan kesehatan dan sertifikasi halal. Standar tinggi yang diterapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) AS diharapkan dapat meningkatkan pengawasan keamanan makanan dan obat di Indonesia, mempermudah proses impor dari AS. Indonesia juga diuntungkan dalam hal sertifikasi halal yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk impor AS.

Dengan posisi Indonesia yang netral dalam politik luar negeri, kerjasama ini membuka peluang besar bagi Indonesia di panggung ekonomi global. Indonesia menjadi basis rantai pasok alternatif utama bagi Amerika Serikat, terutama dalam sektor teknologi semikonduktor dan mineral logam tanah jarang. Investasi AS pada kedua sektor ini membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan ekosistem yang mendukung ekspor dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Kesepakatan dagang antara Indonesia dan AS diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler