Pada pertengahan musim Indonesian Basketball League (IBL) 2026, pebasket Rajawali Medan Ater James Majok menjadi pemimpin dalam hal pengoleksi blok. Dalam 10 pertandingan yang sudah dilakoninya, Majok berhasil mencatatkan rata-rata tiga blok per laga (bpg). Kehadirannya sebagai center asing baru di tim Rajawali Medan membuatnya menjadi unsur pertahanan yang kokoh dan sangat krusial, terutama di area paint. Duetnya dengan power forward Antonio Hester telah memberikan dampak yang signifikan pada performa tim, yang kini berhasil menempati peringkat kedelapan dengan rekor 4-6.
Tim Rajawali Medan, yang bermarkas di GOR Universitas Negeri Medan (Unimed), menunjukkan stabilitas pertahanan yang baik yang dipimpin oleh Majok. Kemampuannya membela bagian bawah ring membuatnya sulit ditembus lawan dan memberikan keuntungan langsung pada serangan tim. Selain dari statistik blok yang ciamik, Majok juga terkenal dengan kemampuannya dalam mengatur komunikasi pertahanan dan melindungi ring.
Dengan sisa musim yang cukup panjang, Rajawali Medan berharap sumbangan penting dari sang center veteran ini dapat terus terjaga untuk mencapai target playoff. Jika konsistensi dan performa positifnya tetap berlanjut, Majok memiliki peluang besar untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin blok hingga akhir musim dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu pelindung ring terbaik di IBL 2026.
Selain Majok, persaingan di kategori blok IBL 2026 juga menjadi menarik. Jeff Withey dari Pelita Jaya Jakarta menempati posisi kedua yang diikuti oleh Kaleb Wesson dari Bogor Hornbills dan Rakeem Christmas dari Hangtuah Jakarta. Sementara itu, pebasket Kesatria Bengawan Solo Kentrell Barkley juga mencuri perhatian dengan rata-rata 1,8 blok per laga. Musim ini, MVP IBL 2024 kembali menunjukkan performa terbaiknya setelah absen pada musim sebelumnya. Semua ini menambahkan kegembiraan dan dinamika dalam persaingan di IBL 2026.


