Kinerja kredit UMKM diprediksi akan tumbuh agresif jika sektor perdagangan, pertanian, dan pengolahan tetap kuat. Ketiganya berkontribusi secara signifikan pada total kredit UMKM, dengan perdagangan menyumbang 45 persen, pertanian 19,4 persen, dan sisanya industri pengolahan. Kondisi pertumbuhan sektor pertanian yang lambat, hanya sebesar 2,4 persen, bisa menjadi kendala bagi pertumbuhan UMKM yang lebih agresif. Demikian disampaikan oleh Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. Dia juga mencatat bahwa pertumbuhan kredit industri perbankan diproyeksikan sekitar 9-11 persen tahun ini, sedangkan pertumbuhan kredit UMKM diperkirakan sekitar 4-5 persen. Bank Mandiri menekankan pentingnya integrasi UMKM dalam ekosistem untuk memastikan keberadaan off-taker yang jelas, sehingga akses pembiayaan lebih lancar. Strategi berbasis nasabah korporasi juga digunakan untuk penyaluran kredit kepada UMKM, yang membuktikan kenaikan portofolio micro banking di Bank Mandiri. Meski masih relatif kecil, segmen micro banking mencatat pertumbuhan positif dalam lima tahun terakhir. Kesuksesan ini mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam memberdayakan UMKM melalui strategi yang relevan dan efektif.


