Pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru yang menargetkan 15 entitas, dua individu, dan 14 kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran. Departemen Luar Negeri AS menyatakan komitmen Presiden Trump untuk menekan ekspor ilegal minyak Iran di bawah kampanye tekanan maksimum saat ini. Pengumuman itu dilakukan setelah pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran berakhir di Muscat, Oman. Menurut IRNA, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, pembicaraan hanya berfokus pada masalah nuklir dan Teheran tidak membahas topik lain dengan Washington. Araghchi menyatakan bahwa ketidakpercayaan yang mendalam dalam hubungan masa lalu kedua negara menyulitkan negosiasi. Tindakan Trump ini menunjukkan keputusan AS dalam menanggapi situasi tersebut dan mempertahankan tekanan terhadap Iran.


