Pada akhir sesi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan yang dipengaruhi oleh aksi profit taking. IHSG ditutup melemah 52,03 poin atau 0,58 persen di level 8.884,71. Hal ini terjadi karena minimnya katalis baru yang membuat pelaku pasar mengambil sikap defensif, terutama menjelang ketidakpastian pasar global. Sektor energi dan pertambangan menjadi yang paling terkoreksi dalam pelemahan ini, mempengaruhi IHSG secara keseluruhan. Meskipun dibuka menguat, IHSG akhirnya bergerak ke zona merah pada sesi kedua perdagangan saham. Sektor barang konsumen non primer menjadi yang menguat, sementara sektor infrastruktur menjadi yang melemah secara signifikan. Saham-saham seperti MSKY, DKHH, KPIG, APLN, dan SOCI mengalami penguatan, sementara HILL, NRCA, IRSX, DOOH, dan PBSA mengalami pelemahan. Transaksi saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali dengan saham senilai Rp40,10 triliun diperdagangkan. Bursa saham regional Asia juga menunjukkan berbagai pergerakan harga yang mencerminkan kondisi pasar global.


