Pada pembukaan perdagangan di Jakarta, nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp16.761 per dolar AS. Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik saat ini berdampak negatif pada kurs rupiah. Prediksi untuk hari ini adalah rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS. Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela pada 3 Januari 2026, yang menyebabkan kecaman luas dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Ketidakpastian seputar Rupiah juga memengaruhi pasar obligasi dengan terjadi tren kenaikan imbal hasil. Perdagangan obligasi pemerintah juga mengalami peningkatan, dan Kementerian Keuangan berhasil menyerap dana dari hasil lelang SUN tanggal 6 Januari 2026. Tren ini menjadikan pasar keuangan berada dalam situasi sensitif.


