Wednesday, September 9, 2026
HomeFinansialPenyebab Melemahnya Rupiah: Faktor 'Risk-Off' di Pasar

Penyebab Melemahnya Rupiah: Faktor ‘Risk-Off’ di Pasar

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, turun 18 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.758 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.740 per dolar AS. Menurut Taufan Dimas Hareva dari Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), pelemahan ini disebabkan oleh sikap risk-off pelaku pasar yang dipengaruhi oleh sentimen global yang masih mendukung penguatan dolar AS. Meskipun Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur ISM AS mengalami kontraksi, data tersebut belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed.

Data PMI ISM bulan Desember 2025 menunjukkan angka 47,9 persen, turun 0,3 poin persentase dari bulan sebelumnya, dan di bawah perkiraan sebesar 48,3 persen. Faktor lain yang mempengaruhi pelemahan rupiah adalah imbal hasil US Treasury yang tinggi serta ekspektasi suku bunga AS yang diprediksi akan bertahan lebih lama, mendorong aliran dana tetap berada di aset dolar.

Di sisi domestik, tekanan terhadap rupiah berasal dari permintaan valas yang masih tinggi untuk impor dan kewajiban korporasi, ditambah dengan sikap hati-hati pelaku pasar. Meskipun tekanan intraday turun, namun rupiah tetap terpaksa ditutup melemah. Taufan memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran Rp16.750–Rp16.780 per dolar AS. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga turun ke level Rp16.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.748 per dolar AS.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler