Thursday, September 17, 2026
HomeBursaIHSG Diprediksi Menguat Saat Pasar Abaikan Tensi AS-Venezuela

IHSG Diprediksi Menguat Saat Pasar Abaikan Tensi AS-Venezuela

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan menguat pada sesi perdagangan Selasa, dengan mengabaikan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. IHSG dibuka dengan kenaikan 25,42 poin atau 0,29 persen mencapai posisi 8.884,62 sedangkan indeks LQ45 naik 1,66 poin atau 0,19 persen ke posisi 861,44. Menurut analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance berkisar 8.730-8.920, sesuai dengan pandangan Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, atau Nico.

Pelaku pasar tampak optimis terhadap pemulihan ekonomi, mengabaikan situasi antara AS dan Venezuela. Meskipun harga minyak tidak mengalami fluktuasi yang signifikan, harga emas mengalami kenaikan yang berarti sebagai reaksi terhadap ketegangan geopolitik. Di sisi lain, pemerintah Indonesia melanjutkan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah pada tahun 2026.

Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS dengan inflasi Desember 2025 sebesar 0,64 persen month-to-month (mtm) dan 2,92 persen year-on-year (yoy). Pada sesi perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS menguat, menandakan optimisme di pasar keuangan global. Bursa saham regional Asia juga terlihat positif, dengan indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Straits Times menguat pada pagi ini.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia dan pasar global terlihat mengalami kenaikan, dengan beberapa faktor seperti pemulihan ekonomi, ketegangan geopolitik, dan insentif pemerintah yang memengaruhi pergerakan IHSG. Kondisi ini perlu dipantau dengan cermat oleh para pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler