Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, atau Ara, meminta dukungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam menyebarkan informasi terkait program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). KPR FLPP merupakan subsidi perumahan dari pemerintah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan tujuan membantu mereka memiliki rumah dengan suku bunga tetap 5 persen selama masa tenor, cicilan ringan, dan jangka waktu hingga 20 tahun. Ara berharap melalui dukungan PWI, informasi tentang program pembelian rumah bersubsidi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk wartawan, agar mereka memahami proses pembelian rumah yang aman, legal, dan terjangkau. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mencegah penyebaran informasi yang salah terkait program perumahan.
PWI Pusat akan menggelar sosialisasi nasional bersama Kementerian PKP, BP Tapera, pengembang, dan agen properti pada tanggal 9 Desember 2025. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menjelaskan bahwa program ini relevan bagi anggota PWI yang tersebar di seluruh Indonesia karena mereka dapat mengakses skema subsidi KPR FLPP. Dengan pendapatan sekitar Rp2–3 juta, seorang wartawan dapat memiliki rumah subsidi dengan cicilan sekitar Rp1.080.000 per bulan. Kementerian PKP dan PWI Pusat sepakat memfasilitasi 5.000 unit rumah subsidi bagi wartawan di seluruh Indonesia, sebagai upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan insan pers.
Program penyediaan 5.000 rumah untuk wartawan merupakan bagian dari kontribusi Kementerian PKP dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto. Program ini juga menjadi solusi bagi wartawan untuk memiliki rumah dengan cicilan terjangkau. Pewarta: Aji Cakti. Editor: Biqwanto Situmorang.opyright © ANTARA 2025.








