Aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp14,08 triliun pada minggu pertama bulan Desember. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa jumlah ini terbagi menjadi modal asing masuk bersih di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dengan masing-masing nilai Rp2,11 triliun, Rp1,06 triliun, dan Rp10,92 triliun. Sejak awal tahun hingga 4 Desember 2025, modal asing keluar bersih dari pasar saham, SBN, dan SRBI dengan nilai Rp27,93 triliun, Rp2,79 triliun, dan Rp122,14 triliun secara berturut-turut.
Pada akhir November, premi risiko investasi Indonesia (credit default swaps/CDS) turun menjadi 71,18 basis poin per 4 Desember. Nilai tukar rupiah tetap stabil di level Rp16.640 per dolar AS pada Jumat, sementara indeks dolar AS melemah. Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tetap stabil, sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik. Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam mengoptimalkan strategi kebijakan untuk mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.
Artikel ini telah dipublikasikan oleh ANTARA pada tahun 2025. Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa pengutipan konten atau pengindeksan otomatis untuk keperluan kecerdasan buatan tanpa izin tertulis tidak diizinkan.








