Beberapa hari terakhir menjadi waktu yang amat sibuk bagi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, menghadapi bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Suharyanto kini tampil di media massa, memegang peranan vital dalam penanganan darurat kebencanaan di tiga provinsi tersebut. Sebagai Kepala BNPB sejak 2021, Suharyanto telah memberikan perkembangan terkini tentang situasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut laporan BNPB, jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor terus bertambah menjadi 442 jiwa. Suharyanto sendiri memiliki harta kekayaan sebesar Rp25,26 miliar berupa aset tanah, bangunan, alat transportasi, dan kas. Pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang disampaikan kepada KPK, tercatat bahwa sebagian besar kekayaan Suharyanto berupa aset properti dan tanah di beberapa kabupaten/kota seperti Bandung, Surabaya, dan Bogor.
Selain itu, Suharyanto juga melaporkan memiliki dua unit kendaraan, yaitu Toyota Alphard dan Honda DG48, serta harta bergerak lainnya dan kas. Meskipun memiliki utang sebesar Rp38,09 juta, total harta kekayaan bersihnya setelah dikurangi utang tersebut masih mencapai Rp25,26 miliar. Dalam laporan tersebut, Suharyanto tidak memiliki surat berharga maupun harta lainnya.
Suharyanto terus aktif dalam penanganan bencana di Indonesia dan berperan sebagai salah satu tokoh penting dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala BNPB. Kesigapan dan dedikasi Suharyanto dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dalam penanggulangan bencana patut diapresiasi untuk membantu masyarakat Indonesia yang terkena dampak bencana.








