Sunday, December 7, 2025
HomeHukumProfil Arsul Sani: Hakim Konstitusi dengan Latar Belakang Politisi

Profil Arsul Sani: Hakim Konstitusi dengan Latar Belakang Politisi

Arsul Sani, seorang politikus, resmi dilantik sebagai Hakim Konstitusi pada 18 Januari 2024. Ia dipilih oleh DPR RI untuk menggantikan Wahiduddin Adams yang pensiun. Pelantikan Arsul didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 102 P Tahun 2023 yang disetujui pada 24 Oktober 2023. Sebelum menjadi Hakim Konstitusi, Arsul telah aktif dalam bidang hukum dan politik di Indonesia, dengan pengalaman di berbagai organisasi, partai politik, dan lembaga bantuan hukum.

Dilahirkan di Pekalongan pada 8 Januari 1964, Arsul berasal dari keluarga yang religius. Ayahnya adalah seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU) bernama Kiai Haji Abdullah Fadjari. Arsul menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi di luar negeri, termasuk di University of Technology Sydney dan London School of Public Relations. Meskipun tidak menyelesaikan program S3-nya, Arsul terus mengejar pendidikan di Collegium Humanum – Warsaw Management University.

Karier hukum Arsul dimulai sebagai asisten pembela umum sukarela di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebelum ia mendirikan firma hukumnya sendiri. Selain itu, Arsul juga memiliki pengalaman sebagai legislator, mulai dari terpilih sebagai anggota DPR RI hingga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PPP. Di Senayan, Arsul aktif di Komisi III DPR RI dan pernah menjadi Wakil Ketua MPR RI.

Selain karier politik, Arsul juga terlibat dalam berbagai organisasi, seperti Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Hukum UI, Wakil Ketua Dewan Penasehat DPN PERADI, dan Chairman of ICCA. Dalam bidang sosial, Arsul juga memiliki pengalaman sebagai Sekretaris Umum Pengurus Yayasan Asrama Pelajar Islam dan menjabat sebagai Wakil Ketua di berbagai lembaga.

Arsul Sani adalah sosok yang menikah dengan Sukma Violetta dan memiliki tiga orang anak. Melalui perjalanan hidup dan karier yang panjang, Arsul Sani terus berkontribusi dalam bidang hukum, politik, dan sosial di Indonesia, menjadikannya sebuah profil yang patut diperhatikan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler