Militer Prancis telah melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan melalui udara ke Jalur Gaza, tetapi Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai bahwa langkah ini tidaklah mencukupi untuk mengatasi masalah kelaparan yang tengah melanda wilayah tersebut. Macron menyampaikan terima kasih kepada mitra internasional seperti Yordania, Uni Emirat Arab, dan Jerman yang telah memberikan dukungan, serta kepada angkatan bersenjata Prancis atas dedikasi mereka.
Meskipun bantuan melalui udara telah dilakukan, Macron menekankan bahwa langkah tersebut tidaklah mencukupi, dan menginginkan Israel untuk memberikan akses kemanusiaan penuh guna mengatasi risiko kelaparan di Gaza. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot juga mengumumkan bahwa negaranya akan terus mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui udara kepada penduduk Gaza sebagai langkah konkrit untuk membantu mereka dalam situasi krisis.
Selain Prancis, pesawat militer Jerman juga ikut serta dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan pertama melalui udara bagi penduduk Jalur Gaza. Meskipun demikian, pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Jerman menunjukkan bahwa masih diperlukan bantuan kemanusiaan yang lebih luas. WHO juga telah memberikan laporan terkait peningkatan kematian akibat malnutrisi di Gaza, yang menunjukkan bahwa situasi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut semakin memburuk.
Melalui upaya kolaboratif antara negara-negara dan organisasi internasional, diharapkan bantuan kemanusiaan dapat terus ditingkatkan untuk membantu penduduk Gaza yang tengah menghadapi krisis kelaparan. Krisis ini tidak hanya membutuhkan tindakan cepat, tetapi juga komitmen jangka panjang dalam menangani masalah kemanusiaan yang kompleks di Gaza.


