PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) berhasil mencatat laba bersih sebesar 37 juta dolar AS (sekitar Rp611 miliar) pada semester pertama tahun 2025. Meskipun harga minyak mengalami penurunan yang signifikan, CEO MedcoEnergi Roberto Lorato menyebut bahwa kinerja perusahaan menunjukkan ketahanan finansial yang kuat. Laba bersih tersebut turun 81,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana keuntungan mencapai 200,99 juta dolar AS.
Sebagai bagian dari laporan keuangan, AMMN juga mencatat rugi bersih sebesar 31 juta dolar, turun drastis dari laba bersih sebesar 99 juta dolar pada periode ini. Penurunan tersebut disebabkan oleh keterlambatan proses commissioning smelter baru dan fasilitas pemurnian logam mulia. Meskipun begitu, pendapatan perusahaan sebesar 623 juta dolar AS tetap menunjukkan performa yang kuat.
Selain itu, belanja modal pada semester pertama 2025 sebesar 193 juta dolar AS, digunakan untuk berbagai proyek pengembangan di berbagai wilayah. MedcoEnergi juga berhasil menurunkan utang bersih menjadi 2,1 miliar dolar AS dengan rasio Utang Bersih terhadap EBITDA yang tetap stabil.
Pengelolaan utang yang proaktif dilakukan dengan pelunasan obligasi USD melalui tender offer dan pembelian kembali (buyback). MedcoEnergi juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I senilai Rp1 triliun. Dividen final tahun buku 2024 sebesar 37,9 juta dolar AS juga telah dibagikan sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Dengan melakukan pembelian kembali saham sebanyak 428 juta lembar saham, MedcoEnergi terus berupaya untuk memberikan kontribusi yang positif. Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Hilmi Panigoro menyatakan bahwa kinerja perusahaan pada paruh pertama tahun ini menggambarkan ketahanan strategi bisnis perusahaan dan komitmen untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.


