Pada Selasa, IHSG dan bursa regional Asia menguat, dipicu oleh harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah yang dapat mengurangi ketegangan global. IHSG ditutup menguat 82,03 poin atau 1,21 persen, mencapai posisi 6.869,17, sementara indeks LQ45 naik 10,58 poin atau 1,40 persen. Para pelaku pasar merespons positif terhadap gencatan senjata antara Iran dan Israel yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Wakil Ketua Fed Michelle Bowman juga menyarankan kemungkinan penurunan suku bunga pada Juli 2025, memberikan sinyal positif bagi pasar.
Pasar kemudian memantau kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell di hadapan Kongres AS untuk mendapatkan pandangan tentang arah suku bunga di masa mendatang. Di Asia, China akan merevisi undang-undang anti-persaingan tidak sehat untuk mengatur persaingan di platform online. IHSG dan bursa saham regional lainnya, seperti Nikkei, Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times, juga mengalami kenaikan pada hari itu.
Di tengah keadaan ini, sektor properti, barang konsumen non primer, dan kesehatan mengalami kenaikan, sementara sektor energi mengalami penurunan. Saham-saham seperti JSPT, JIHD, SMDM, JATI, dan KRAS mengalami kenaikan, sementara RUIS, ASPI, PBSA, SICO, dan SSTM mengalami pelemahan. Frekuensi perdagangan saham mencapai 1.221.039 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 20,83 miliar lembar senilai Rp11,94 triliun.
Dengan demikian, harapan de-eskalasi konflik dan sentimen positif dari pasar dapat menjadi katalisator bagi kinerja IHSG dan bursa saham regional Asia pada periode yang akan datang.


