Thursday, September 17, 2026
HomeBeritaStem Cell Teknologi Kimia Farma Untuk Penyakit Degeneratif

Stem Cell Teknologi Kimia Farma Untuk Penyakit Degeneratif

PT Kimia Farma Tbk terus memperkuat posisi sebagai pionir pemanfaatan sel punca (stem cell) dalam menghadapi tantangan besar di dunia kesehatan, khususnya penanganan penyakit degeneratif. Menurut Direktur Portofolio, Produk, dan Layanan Kimia Farma, Jasmine Karsono, terapi stem cell bukan hanya sebagai alternatif pengobatan terkini, tetapi juga sebagai pendekatan regeneratif yang didukung oleh riset, bukti ilmiah, dan pengalaman klinis. Jasmine menyampaikan bahwa stem cell tidak hanya meredakan gejala, tetapi juga memperbaiki kerusakan di tingkat sel dan jaringan untuk memberikan potensi pemulihan jangka panjang.

Kimia Farma terlibat dalam terapi stem cell untuk membantu pemulihan pasien dengan kondisi berat seperti pengapuran sendi, saraf kejepit (Hernia Nukleus Pulposus), dan cedera tulang belakang. Dalam kasus pengapuran sendi, stem cell dapat merangsang pertumbuhan jaringan tulang rawan baru untuk mengurangi nyeri akibat peradangan dan meningkatkan fungsi sendi. Hasil studi terbuka yang dilakukan pada 29 pasien di RSCM Jakarta menunjukkan bahwa penggunaan injeksi stem cell berhasil memperbaiki fungsi regenerasi pada gejala osteoarthritis (OA) lutut dan meningkatkan kualitas hidup pasien dalam jangka enam bulan terapi.

Pengembangan stem cell oleh Kimia Farma dengan RSCM dan FK UI dimulai sejak 2011 untuk kasus tulang sendi dan mulai uji klinis pada pasien osteoartritis lutut dan luka bakar pada 2014. Kimia Farma telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 dan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM pada tahun 2024. Bagi masyarakat yang tertarik menjalani terapi stem cell, Kimia Farma bersama RSCM menyediakan layanan di RSCM Kencana Stem Cell and Metabolites Clinic yang dimulai dengan konsultasi oleh dokter dan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional dan berpengalaman.

Jasmine menambahkan bahwa terapi stem cell di masa depan bukan hanya akan menjadi alternatif, tetapi menjadi pilihan utama dalam pengobatan modern di Indonesia. Melalui inovasi tersebut, Kimia Farma berkomitmen untuk terus berperan dalam membentuk kemandirian kesehatan Indonesia di bidang teknologi pengobatan berbasis biologis.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler