Pembalap Andretti Jake Dennis mengeluhkan tentang debu yang mengganggu di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta. Menurutnya, kondisi tersebut membuat balapan menjadi sulit, terutama dalam melakukan manuver overtake yang menantang. Meskipun demikian, Jake Dennis berhasil memimpin sebagian besar balapan meski terganggu oleh debu.
Cuaca yang kurang mendukung selama Jakarta E-Prix juga menjadi masalah karena sirkuit terkena hujan ringan di pagi hari dan terik di siang hari, menyebabkan penumpukan debu di lintasan. Bahkan, 11 tim harus membersihkan debu tebal yang menutupi livery mereka setelah sesi latihan bebas 2.
Selain debu, suhu panas juga menjadi tantangan bagi Jake Dennis selama balapan di sirkuit yang terinspirasi oleh tarian tradisional kuda lumping. Namun, dengan teknologi yang terus berkembang, Jake Dennis tidak begitu khawatir dengan suhu panas terutama saat balapan utama dilanda cuaca mendung.
Pembalap asal Inggris ini mengakui bahwa suhu panas merupakan hal terbesar yang dihadapi selama Jakarta E-Prix musim kesembilan. Meskipun begitu, Jake Dennis tetap berusaha menghadapi tantangan tersebut dengan mengandalkan aliran udara di dalam mobilnya.
Meski harus menerima finis di peringkat ke-17 setelah gagal mengejar pemimpin balapan, Dan Ticktum, Jake Dennis tetap bersyukur atas pengalaman yang didapat. Demikianlah perjalanan Jake Dennis dalam Jakarta E-Prix yang penuh dengan tantangan cuaca dan debu di lintasan yang menantang.


