Tuesday, September 8, 2026
HomeFinansialPotensi Guncangan Pasar Energi Global oleh Konflik di Timteng

Potensi Guncangan Pasar Energi Global oleh Konflik di Timteng

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat berdampak besar pada pasar energi global. Ahli ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengungkapkan bahwa konflik antara Iran dan Israel memiliki potensi untuk meningkatkan harga minyak dunia. Dampaknya kemungkinan akan dirasakan oleh Indonesia, terutama dalam hal biaya impor dan tekanan terhadap neraca perdagangan. Lonjakan harga minyak juga dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dan mendorong investor untuk menarik dana dari pasar negara berkembang. Hal ini bisa berdampak pada kurs rupiah yang melemah.

Menurut Yusuf, pelemahan rupiah dapat menyebabkan masalah fiskal yang serius, terutama terkait subsidi pemerintah terhadap harga BBM bersubsidi. Situasi ini juga bisa mempengaruhi alokasi anggaran negara untuk infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Yusuf juga menyoroti kemungkinan dampak ekonomi yang bisa dirasakan Indonesia jika konflik antara Iran dan Israel semakin membesar.

Selain itu, harga minyak dunia mengalami lonjakan selama pekan terakhir akibat ketegangan antara Iran dan Israel. Harga minyak Brent sebagai patokan global naik dari 69,65 dolar AS per barel menjadi 77,32 dolar AS per barel. Meskipun mengalami kenaikan, harga minyak masih berada di bawah rata-rata tahun sebelumnya. Hal ini memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan dan perdagangan di Timur Tengah.

Menyimak perkembangan ini, perlu adanya antisipasi serius terhadap dampak ekonomi yang bisa timbul dari konflik di Timur Tengah. Meskipun magnitudo konflik saat ini belum setara dengan invasi Rusia ke Ukraina, namun antisipasi perlu terus dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan pada pasar energi global. Artinya, Indonesia perlu mempersiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan dampak dari ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler