Pada hari Senin, Ahli Forensik Digital Rismon Hasiholan Sianipar di Polda Metro Jaya telah ditanya sebanyak 97 pertanyaan terkait kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Rismon menjelaskan bahwa dia diundang untuk klarifikasi oleh pihak Polda Metro Jaya sebagai terundang atau saksi dan belum terlapor. Selama hampir tujuh jam, Rismon dimintai klarifikasi mulai dari pukul 10.00 hingga 16.59 WIB.
Rismon menyebut bahwa pertanyaan yang diajukan terkait dengan media sosialnya dan diskusi dengan Roy Suryo. Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menganalisis lembar pengesahan dan skripsi Jokowi melalui video di akun YouTube Balige Academy. Sebagai peneliti, Rismon menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari bidang keilmuannya dan sebagai peneliti independen, dia harus dapat membantu menjawab permasalahan yang mungkin ada di tengah masyarakat.
Meskipun ada beberapa pertanyaan yang tidak dapat dijawab karena berkaitan dengan hal-hal teknis, Rismon tetap memberikan klarifikasi sesuai dengan bidang keahliannya. Rismon menegaskan bahwa sebagai peneliti atau pengkaji, kemampuan untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat merupakan hal yang penting tanpa harus memiliki otoritas tertentu. Klarifikasi dari Rismon Sianipar ini mengemuka setelah beberapa pihak terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Jokowi untuk menyelesaikan tuduhan tersebut.


