Pada bulan April 2025, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat pertumbuhan simpanan yang melambat pada hampir semua kelompok nominal, disebabkan oleh faktor musiman di mana masyarakat cenderung menghabiskan uangnya selama liburan panjang Idulfitri. Meskipun terjadi perlambatan, ini bukan berarti bahwa ekonominya mengalami penurunan, tetapi lebih dipengaruhi oleh faktor musiman. Data LPS menunjukkan bahwa simpanan dengan nominal di bawah Rp500 juta tumbuh 4,09 persen year on year (yoy) pada April 2025, turun dari bulan sebelumnya yang mencapai 6,03 persen yoy. Begitu pula dengan kelompok nominal lainnya, seperti simpanan antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar, Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, dan Rp2 miliar hingga Rp5 miliar yang juga mengalami pertumbuhan yang melambat. Namun, simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar mencatat pertumbuhan tertinggi. Total nominal simpanan per April 2025 mencapai Rp9.075,92 triliun atau tumbuh 4,3 persen secara year to date (ytd) namun melambat -0,02 persen secara month on month (mom). Meski terjadi perlambatan pada bulan April 2025, LPS optimis bahwa simpanan nasabah akan kembali tumbuh setelah faktor liburan musiman berakhir. Purbaya, Ketua Dewan Komisioner LPS, meyakini bahwa dengan berakhirnya liburan musiman, uang yang tadinya dihabiskan akan kembali masuk ke perbankan, sehingga perputaran ekonomi akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, ke depannya diharapkan simpanan nasabah akan kembali meningkat.


