Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengakui bahwa timnya mengalami kesulitan dalam pertandingan melawan Barito Putera karena kualitas lapangan yang buruk. Lapangan yang tidak mendukung membuat permainan menjadi tidak dinamis dan bola bergulir lebih lambat dari biasanya. Jan Olde juga menilai bahwa kualitas lapangan di kandang Barito Putera hanya sekitar 45% dari standar lapangan pada umumnya.
Meskipun mengalami kesulitan akibat kondisi lapangan, Jan Olde menegaskan bahwa pemain harus tetap mampu beradaptasi dan memberikan performa terbaik. Meski pertandingan berlangsung imbang 1-1, Dewa United tetap berada di posisi kedua klasemen dengan 54 poin, sedangkan Barito Putera berada di posisi 15 dengan 30 poin.
Ady Setiawan, pemain Dewa United, juga mengakui bahwa faktor lapangan mempengaruhi kualitas pertandingan. Meskipun lapangan kurang bagus dan bola bergulir lambat, pertandingan tetap seru menurut Ady. Meskipun kedua tim bermain imbang, Jan Olde menyatakan bahwa timnya gagal memperoleh tiga poin dalam pertandingan tersebut.
Kesulitan yang dialami Dewa United dalam pertandingan melawan Barito Putera menunjukkan pentingnya sarana dan prasarana yang memadai dalam sepakbola Indonesia. Sebagai pelatih, Jan Olde menekankan bahwa selain talenta pemain, kualitas lapangan juga harus diperhatikan agar tim dapat bermain dengan optimal. Meski merasa sedikit menyesal tidak menurunkan salah satu legenda Dewa United dalam pertandingan tersebut, Jan Olde tetap menilai bahwa lawan memberikan perlawanan yang cukup baik dan membangun tempo permainan yang sulit untuk timnya.








