Wednesday, January 21, 2026
HomeFinansialStrategi Penting: Memelihara Harga Pangan untuk Stabilitas Inflasi

Strategi Penting: Memelihara Harga Pangan untuk Stabilitas Inflasi

Untuk menjamin stabilitas inflasi, penting untuk memperhatikan kedua sisi dari perekonomian, yaitu permintaan dan pasokan. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal, menyoroti perlunya menjaga harga komoditas pangan agar tidak memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat. Kenaikan harga pangan dapat berdampak negatif pada permintaan, terutama dalam situasi di mana daya beli masyarakat masih tertekan akibat ketidakpastian ekonomi global.

Faisal menegaskan bahwa saat ini fokus utama seharusnya pada sisi permintaan, namun tidak boleh mengabaikan sisi pasokan. Peningkatan permintaan terhadap komoditas emas juga perlu diperhatikan, terutama karena adanya ekspektasi tingginya ketidakpastian ekonomi global. Hal ini menuntut kerja keras dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan memberikan harapan pada masyarakat akan perbaikan di masa depan.

Di sisi lain, inflasi harga bergejolak, seperti yang terjadi pada April 2025, sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga yang diatur pemerintah, terutama terkait dengan mudik Lebaran. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi mencapai 1,17 persen pada April 2025, dengan kelompok perumahan air listrik dan bahan bakar mengalami inflasi tertinggi.

Komoditas lainnya, seperti emas perhiasan, bawang merah, cabai merah, dan tomat, juga mengalami kenaikan harga. Namun, cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras mengalami penurunan harga. Semua ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara pasokan dan permintaan dalam menjaga stabilitas inflasi di masa depan. Menjaga harga pangan dan mengatasi fluktuasi harga komoditas menjadi langkah penting dalam menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler