Serial Malaysia berjudul Bidaah sedang ramai diperbincangkan karena mengangkat isu agama yang sensitif namun relevan. Istilah “bid’ah” menjadi pusat dalam alur cerita, membuat banyak penonton penasaran dan bahkan bingung. Untuk memahami dengan benar, penting untuk memahami arti bid’ah secara mendalam agar tidak salah kaprah.
Bid’ah secara bahasa berasal dari kata bada’a, yang berarti menciptakan sesuatu yang baru. Dalam konteks agama, bid’ah berarti membuat hal baru dalam urusan agama yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, baik dalam keyakinan maupun dalam bentuk ibadah. Ada dua ciri utama dari bid’ah: pertama, praktik tersebut menyerupai ajaran agama dan kedua, diyakini sebagai bentuk ibadah kepada Allah.
Tidak semua hal baru dianggap bid’ah. Namun, jika hal tersebut bertentangan dengan syariat atau dilakukan dalam rangka ibadah tanpa dasar, maka masuk dalam kategori bid’ah yang dilarang, seperti aliran sesat, tabarruk, atau bid’ah dalam ibadah. Islam adalah agama yang telah sempurna dan lengkap ajarannya, tidak perlu ditambah atau dikurangi dalam hal ibadah maupun keyakinan.
Penting bagi setiap Muslim untuk belajar dan memahami syariat dengan benar, agar tidak terjebak dalam praktik yang justru menjauhkan dari ajaran Islam yang sebenarnya. Itulah mengapa wajar rasanya bahwa serial Bidaah memunculkan perbincangan yang dalam dan penting dalam masyarakat mengenai isu bid’ah dalam Islam.








