Klub divisi kedua Liga Spanyol, Elche, telah mengambil keputusan untuk melarang penjualan dan konsumsi kuaci di Stadion Manuel Martinez Valero mereka. Langkah ini diambil untuk menjaga kebersihan stadion, melindungi fasilitas, serta menunjukkan komitmen klub terhadap keberlanjutan dan lingkungan. Meskipun keputusan ini bukan untuk menghukum para penggemar, Elche CF meminta semua pihak untuk bertanggung jawab demi mempertahankan kondisi Martinez Valero sebagai contoh ketertiban, rasa hormat, kebersihan, dan kebanggaan Franjiverde.
Kuaci, atau yang dikenal sebagai pipas di Spanyol, adalah camilan populer di negara tersebut, terutama dikonsumsi oleh para penggemar saat menyaksikan pertandingan sepakbola. Namun, masalah muncul karena kulit kuaci yang dibuang sembarangan dapat merusak fasilitas stadion dan menarik hama seperti tikus dan burung merpati. Pihak klub juga menyebut penumpukan biji di lantai dapat menyebabkan erosi beton serta menimbulkan kotoran di area sulit dijangkau.
Elche saat ini menempati posisi teratas klasemen divisi kedua Liga Spanyol dengan koleksi 68 poin. Dengan lima pertandingan tersisa, Elche memiliki peluang besar untuk promosi ke strata tertinggi setelah sebelumnya terpaksa turun kasta pada musim 2014/2015 karena masalah administrasi. Langkah larangan kuaci ini diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kondisi stadion untuk meningkatkan pengalaman penggemar sepakbola serta mendukung kesuksesan klub di level yang lebih tinggi.








