Pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions antara Barcelona dan Inter Milan dianggap oleh pelatih Barcelona, Hansi Flick, sebagai “final sebelum final.” Meskipun Barca tertinggal terlebih dahulu dari Inter, mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak pertama. Meski demikian, tim Katalan itu kembali tertinggal dari tamunya sebelum gol bunuh diri Yann Sommer membuat hasil akhir menjadi imbang 3-3.
Flick menyatakan bahwa pertandingan tersebut menjadi sangat intens, terutama saat Barca tertinggal 0-2. Namun, bisa kembali ke pertandingan menunjukkan semangat tim. Meski Inter mencetak gol terlebih dahulu melalui Marcus Thuram dan Denzel Dumfries, Barca membalas dengan gol-gol assist Yamal dan Ferran Torres.
Pada babak kedua, Inter kembali unggul melalui gol kedua Dumfries sebelum Barca menyamakan kedudukan melalui gol Raphinha yang kemudian terkena badan Sommer. Gol-gol yang tercipta dalam pertandingan ini menunjukkan kualitas dan keunggulan dari kedua tim.
Flick juga memberikan pujian untuk Yamal atas gol indahnya yang menjadi pemicu kembalinya Barca ke pertandingan. Dia menyebut Yamal sebagai pemain istimewa yang selalu tampil di pertandingan besar. Dengan kerja keras dan talentanya, Yamal berhasil membawa Barca meraih hasil imbang yang penting.
Barcelona akan kembali berhadapan dengan Inter pada leg kedua semifinal yang akan digelar pada Rabu mendatang. Pertandingan ini diharapkan akan semakin menarik dan menegangkan bagi kedua tim. Kedua tim tentu akan menampilkan performa terbaik mereka untuk mencapai final Liga Champions yang bergengsi.








