Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengungkapkan bahwa banjir rob atau banjir pesisir yang merendam pemukiman di Muara Angke disebabkan karena tanggul laut yang belum terpasang dengan tinggi standar. Hal ini membuat air laut luap ke daratan, menyebabkan banjir di pemukiman tersebut. Untuk mengatasi masalah ini, program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dianggap sebagai solusi jangka panjang dengan membangun tanggul pantai dan pengembangan kawasan pesisir. Selain itu, rencananya tanggul yang ada akan ditinggikan sebagai langkah jangka pendek. Pemasangan tanggul ini direncanakan dilakukan pada bulan Agustus atau September tahun ini. Pluit Karang Ayu dan Pluit Muara Karang juga sedang mendapatkan tanggul baru yang dibangun dengan beton bertulang demi mencegah luapan air laut ke daratan. RW 22 di Muara Angke sendiri mengalami banjir rob dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, terjadi akibat robohnya tembok pembatas. Meskipun demikian, tanggul darurat dengan geobag dan bronjong telah dipasang untuk melakukan antisipasi. Fenomena Super New Moon atau bulan perigee dan bulan baru juga berpotensi meningkatkan banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta, sehingga peringatan dini banjir rob telah dikeluarkan oleh BMKG. Kondisi banjir rob di sejumlah kawasan pesisir Jakarta menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka mengambil langkah-langkah preventif yang lebih efektif.
Tanggul Laut Belum Terpasang di Muara Angke: Pemkot Rob
RELATED ARTICLES








