Bank Mandiri telah mengungkapkan berbagai strategi untuk menghadapi tensi ekonomi global, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan China. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah fokus pada penyaluran dana ke sektor-sektor yang masuk ke dalam kelompok hijau dan kuning. Langkah ini diharapkan dapat menjaga kualitas aset secara berkelanjutan di tengah volatilitas pasar yang ada.
Perseroan juga akan terus mendukung penyaluran kredit ke sektor-sektor strategis yang mendukung program pemerintah dan memberikan nilai tambah pada perekonomian nasional. Beberapa sektor yang menjadi fokus pertumbuhan antara lain perkebunan kelapa sawit dan Crude Palm Oil (CPO), pengolahan, perdagangan, telekomunikasi, dan jasa kesehatan.
Selain itu, Bank Mandiri juga akan terus memperkuat manajemen risiko dan menggunakan inovasi digital demi mendukung penyaluran kredit yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan kombinasi antara fundamental yang solid, transformasi digital progresif, dan komitmen terhadap pengelolaan risiko yang disiplin, perseroan yakin dapat menjaga pertumbuhan kredit yang sehat dan berkontribusi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid meskipun masih terjadi tensi ekonomi global. Hal ini tercermin dari inflasi yang terjaga, cadangan devisa yang memadai, dan komitmen kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif pada kuartal I-2025, menunjukkan komitmen perseroan dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.








