Perkembangan positif terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025, didukung oleh minat wisatawan yang tinggi dan penerbangan langsung internasional. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Frans Teguh, menyatakan bahwa sektor pariwisata di Labuan Bajo mengalami pertumbuhan positif, terutama pada periode libur Lebaran tahun 2025. Meskipun terjadi penurunan kunjungan sekitar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun Frans Teguh optimis bahwa tren kunjungan wisatawan masih relatif baik.
Dengan adanya penerbangan langsung internasional dari Malaysia dan Singapura ke Labuan Bajo, Frans Teguh yakin tingkat kunjungan wisatawan akan terus meningkat. Komposisi pasar wisatawan di Labuan Bajo terdiri dari lima top market seperti China, Indonesia, USA, Prancis, dan Swiss. Meskipun pasar tradisional seperti Eropa atau Amerika mengalami penurunan, namun kunjungan ke destinasi di Labuan Bajo tetap stabil.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan di tahun 2025 juga tidak langsung berdampak pada tingkat okupansi kamar hotel di Labuan Bajo karena sebagian besar wisatawan memilih tinggal di atas kapal selama perjalanan. Operator wisata di Labuan Bajo menawarkan paket live on board yang memungkinkan wisatawan untuk menghabiskan waktu di atas kapal selama perjalanan.
Frans Teguh mendorong para agen perjalanan wisata untuk menjual paket wisata yang mencakup pulau Flores, NTT. Perluasan kegiatan wisata dari laut ke darat sangat diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Destinasi wisata baru di Flores mulai dikelola dengan baik, mulai dari Manggarai hingga Alor, agar lebih nyaman dikunjungi oleh wisatawan.








