Ketua Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara mengenai pembatalan proses naturalisasi Djenna de Jong untuk timnas putri Indonesia. Menurut Erick, kegagalan dalam proses naturalisasi seorang pemain adalah hal yang biasa dan kasus serupa telah terjadi sebelumnya. Program naturalisasi di PSSI ditekankan dilakukan secara transparan dan keputusannya ditentukan oleh pelatih. Djenna sebelumnya diantisipasi akan menjadi pemain naturalisasi berikutnya setelah Estella Loupatty dan Noa Leatomu. Namun, proses tersebut dibatalkan karena PSSI menganggap pemain asal Liga Belanda dan Jerman tersebut tidak sesuai dengan skema yang diinginkan pelatih Satoru Mochizuki. Djenna sendiri kemudian membuat pernyataan di akun Instagram pribadinya terkait proses naturalisasi yang gagal. Dalam unggahan tersebut, Djenna menyatakan mundur dari proses naturalisasi dan memutuskan untuk tidak lagi bermain untuk Indonesia karena merasa diperlakukan tidak profesional oleh PSSI. Keputusan tersebut diambil setelah pertimbangan matang dari Djenna yang kini berusia 19 tahun. Pelaksanaan naturalisasi di dunia sepak bola tetap menjadi topik hangat, dan Kementerian Hukum dan HAM berhasil menyelesaikan naturalisasi enam atlet sepak bola dalam triwulan pertama. Peraturan naturalisasi menurut FIFA juga menjadi sorotan untuk lebih dipahami. Kriteria dan proses naturalisasi menjadi faktor kunci dalam membangun timnas yang solid dan terorganisir dengan baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pihak terkait.








