Friday, December 5, 2025
HomeMetroGigitan Nyamuk Malaria di Sore Hari: Bahaya Langsung atau Mitos Belaka?

Gigitan Nyamuk Malaria di Sore Hari: Bahaya Langsung atau Mitos Belaka?

Ketika menikmati udara malam di teras rumah atau camping di alam terbuka, risiko terkena gigitan nyamuk pembawa malaria sering kali terabaikan. Namun, ada waktu-waktu tertentu di mana risiko tertular malaria meningkat, dan mengenali waktu-waktu tersebut penting untuk melindungi diri dari penyakit yang serius ini. Malaria adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Meski bisa dicegah dan disembuhkan, malaria masih menjadi masalah kesehatan global dengan jumlah kasus yang signifikan di Indonesia, terutama di Provinsi Papua.

Risiko tertular malaria ternyata lebih tinggi pada sore hingga awal malam, bukan hanya di tengah malam seperti banyak yang berpikir. Penelitian baru menunjukkan bahwa nyamuk Anopheles stephensi dan Anopheles gambiae cenderung menggigit manusia saat sedang beraktivitas di sore hari, seperti duduk santai di ruang tamu atau bersantai di teras. Hal ini menunjukkan adanya “resistansi perilaku” dari nyamuk, yang membuat mereka menghindari kebiasaan pencegahan manusia seperti menggunakan obat nyamuk hanya di malam hari. Nyamuk yang menggigit di sore hingga awal malam juga lebih sering membawa parasit malaria dibandingkan dengan yang menggigit pada waktu lain.

Gejala malaria bisa muncul dalam 10-15 hari setelah digigit nyamuk, dan gejalanya bisa ringan hingga mengancam jiwa. Jika terjadi gejala seperti demam, sakit kepala, atau menggigil, dan terutama jika gejala tersebut berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, penting untuk segera mencari perawatan medis. Perlindungan dari gigitan nyamuk sebaiknya dimulai sejak sore hari, terutama bagi mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis malaria. Mengenali gejala awal dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat membantu mencegah penyebaran malaria dan memastikan kesehatan yang optimal.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler