Iran menunda pembicaraan teknis tingkat ahli dengan Amerika Serikat yang seharusnya berlangsung di Oman, dari jadwal semula Rabu menjadi Sabtu, 26 April 2025. Keputusan ini diambil setelah usulan dari Oman dan disepakati bersama oleh kedua delegasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut pertemuan sebelumnya di Roma sebagai konstruktif dan mengonfirmasi bahwa putaran selanjutnya akan dilaksanakan di Muscat, ibu kota Oman, setelah mediasi dari pemerintah Oman. Meskipun detail pembicaraan tidak diungkap, Araghchi menyebut adanya pemahaman yang lebih baik antara Teheran dan Washington terkait prinsip dan tujuan tertentu. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran jika tidak ada kesepakatan baru terkait perjanjian nuklir 2015. Ini merupakan perkembangan terbaru dalam diplomasi antara Iran dan AS yang terus berkembang.








