Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) baru-baru ini mengumumkan kelahiran dua bayi pinguin Humboldt di rumah konservasi satwa mereka. General Manager JAQS, Angela Stella, menyatakan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kelahiran dua bayi pinguin tersebut, sebagai bukti keberhasilan upaya konservasi yang dilakukan. Saat ini, kedua bayi pinguin tersebut belum diberi nama namun akan segera bergabung dalam program edukatif dan kampanye pelestarian satwa JAQS.
Tim Life and Science Jakarta Aquarium & Safari sedang mengawasi tumbuh kembang kedua bayi pinguin ini untuk memastikan bahwa kondisi mereka optimal sebelum mengetahui gender masing-masing. Menurut Angela, kelahiran ini menunjukkan penciptaan lingkungan sehat dan aman bagi satwa di Jakarta Aquarium & Safari, serta memperkuat posisi mereka sebagai lembaga konservasi modern yang aktif dalam melestarikan satwa dan lingkungan hidup.
JAQS berencana untuk terus mengembangkan program konservasi dan kampanye edukasi kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan interaktif dan digital seperti kampanye penamaan bayi pinguin. Mereka mengundang masyarakat untuk turut serta dalam misi konservasi satwa di Indonesia dan memberi kesempatan bagi publik untuk lebih dekat dengan satwa melalui program-program yang diselenggarakan.
Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) merupakan wisata akuarium indoor terbesar di Indonesia hasil kerjasama antara Taman Safari Indonesia dan Aquaria KLCC, Malaysia. Dengan lebih dari 3.500 satwa akuatik dan non-akuatik, JAQS terus berkomitmen dalam menjaga keberagaman satwa dan lingkungan hidup.








