Pelatih Svay Rieng FC, Jose Munoz, mengungkapkan kepuasannya atas penampilan timnya ketika bermain imbang 3-3 melawan Madura United. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Munoz menyebut bahwa timnya bermain dengan intensitas tinggi, mengikuti ritme permainan yang direncanakan, dan berhasil mencetak gol cepat. Performa timnya pada babak pertama dinilai sebagai salah satu yang terbaik hingga saat ini. Meskipun unggul 2-1, Munoz melakukan rotasi pemain di babak kedua untuk persiapan menghadapi laga liga domestik Kamboja.
Meskipun mengalami kesulitan dalam mengantisipasi aksi individu pemain Madura United, tim Svay Rieng FC tetap bahagia karena berhasil lolos ke final AFC Challenge League. Munoz menyebut bahwa timnya adalah tim pertama asal Kamboja yang mencapai partai puncak AFC Challenge League. Dia mengaku tidak menyangka bisa sampai ke final, namun percaya bahwa timnya memiliki skuad yang kompetitif. Munoz mengucapkan terima kasih kepada pendukung Svay Rieng, terutama suporter The Blue Swords yang turut memberi dukungan di stadion.
Madura United mencetak tiga gol melalui Pedro Filipe Monteiro, Irfan, dan Sandi Arta Samosir, sementara Svay Rieng mencetak tiga gol melalui Gabriel Silva, Bounphachan Bounkong, dan Min Ratanak. Svay Rieng akan melawan FK Arkadag dari Turkmenistan di babak final AFC Challenge League setelah FK Arkadag menang agregat 3-2 atas Al Arabi dari Kuwait. Kedua tim harus waspada terhadap kebangkitan lawan dalam pertandingan final nanti.








