Pameran Misykat, Cahaya Peradaban Islam Indonesia yang digelar di Jakarta menunjukkan kekayaan warisan Islam di Indonesia serta hubungannya dengan sejarah awal agama Islam. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa pameran ini menghadirkan lebih dari 400 artefak sejarah, termasuk Al Quran, arsitektur, dan arkeologis yang menunjukkan perkembangan Islam yang berintegrasi dengan tradisi lokal. Penemuan koin umayyah baru-baru ini juga menunjukkan bahwa Islam mungkin telah tiba di Indonesia pada abad ke-3 Masehi. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang berhasil mengakulturasi budaya asli dengan ajaran Islam.
Melalui pameran ini, diharapkan kolaborasi dapat terbentuk, keamanan agama Islam dapat ditingkatkan, dan masyarakat dapat merenungkan budaya dan sejarah Islam di Indonesia. Selain koleksi Museum Nasional, pameran ini juga menampilkan artefak dari pesisir barat Sumatra yang menggambarkan kota kosmopolitan kuno serta manuskrip Al Quran dengan iluminasi daerah khasnya. Seni lukis Islam kontemporer dan pers Islam abad ke-19 dan ke-20 juga dipamerkan, memberikan gambaran tentang peran media dalam dakwah dan perjuangan nasionalisme.
Pameran Misykat dapat dikunjungi di Museum Nasional Indonesia dengan 10 area utama, mulai dari situs Bongal, Khazanah Nisan Nusantara, hingga jejak Islam dalam seni budaya bendawi. Sebagai upaya melestarikan warisan budaya Indonesia, acara ini mampu memberikan inspirasi dan edukasi kepada masyarakat tentang keberagaman dan sejarah Islam di Tanah Air.








