Saturday, December 6, 2025
HomeBursaAntam Percepat Hilirisasi Komoditas Strategis

Antam Percepat Hilirisasi Komoditas Strategis

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menegaskan komitmennya dalam mempercepat realisasi proyek strategis nasional di sektor hilirisasi mineral. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan smelter grade alumina refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, bekerjasama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Proyek ini ditargetkan beroperasi penuh pada tahun ini dengan kapasitas produksi alumina sebesar 1 juta ton per tahun. Selain itu, Antam juga memperkuat lini bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia melalui proyek precious metal manufacturing plant di Gresik, Jawa Timur. Pabrik ini akan meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi peningkatan permintaan dan mengakses pasar yang lebih luas terutama di Indonesia Timur.

Antam juga tengah mengembangkan proyek untuk mendukung amanat Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan baterai listrik melalui komoditas nikel. Dengan fokus pada nilai tambah dari mineral yang dikelolanya, Antam menjunjung tinggi pentingnya hilirisasi untuk industri tambang Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap kebijakan nilai tambah nasional, Antam telah mengakuisisi 30 persen saham PT Jiu Long Metal Industry (JLMI) melalui anak usahanya, PT Gag Nikel di Weda, Maluku Utara. Proyek-proyek strategis ini menegaskan komitmen Antam untuk menjadi pemain kunci dalam transformasi industri pertambangan nasional sebagai katalisator pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada 2024, Antam mencatat volume produksi bijih nikel sebesar 9,94 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan 8,34 juta wmt. Produksi feronikel mencapai 20,10 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan volume penjualan sebesar 19,45 ribu TNi yang dipasarkan ke China, India, dan Korea Selatan. Di segmen emas, Antam mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah sebesar 43,78 ton, meningkat 68 persen dibanding tahun sebelumnya. Penjualan bauksit pada 2024 mencapai 736 ribu wmt untuk memenuhi kebutuhan bahan baku smelter dalam negeri.

Semua pencapaian ini menunjukkan komitmen Antam dalam kontribusi terhadap industri pertambangan nasional serta pentingnya hilirisasi dalam menciptakan industri tambang yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler