PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) mengumumkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) persetujuan untuk pembagian dividen sebesar 100 persen dari laba bersih tahun buku 2024. Komisaris Utama OBAT, Machmud Lutfi Huzain, menyatakan bahwa perseroan berhasil memperkuat posisinya melalui inovasi dan efisiensi operasional di tengah tantangan global. Dewan komisaris memberikan penghargaan atas upaya manajemen perseroan. Pemegang saham memutuskan pembagian dividen penuh sebesar Rp49,04 per lembar saham, setara dengan Rp29,4 miliar dari total saham beredar.
Direktur Utama OBAT, Is Heriyanto, menyebut keputusan ini didukung oleh para pemegang saham. Penjualan perseroan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp120 miliar, dengan laba komprehensif yang meningkat 156 persen year on year. Hal ini disebabkan oleh peningkatan penjualan berbagai produk seperti herbal, kosmetik, minuman fungsional, dan botanikal. Pada akhir 2024, OBAT berhasil memperoleh hak paten untuk dua produk unggulan, susu spirulina dan neoalgae spirulina.
Pada Januari 2025, perseroan mendapatkan paten untuk inovasi teknologi TreeAlgae, alat penyerap karbon dan pemurni udara pertama di Indonesia. Kemudian, pada Februari 2025, OBAT meluncurkan pabrik baru di Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah, dengan fasilitas laboratorium fisika, kimia, dan mikrobiologi yang dilengkapi peralatan mutakhir untuk menjaga kualitas produk. Pabrik ini mampu memproduksi berbagai produk suplemen herbal dalam berbagai bentuk kemasan, dengan kapasitas hingga 750.000 kapsul dan 1.000 liter bahan cair sehari.
Dengan keberadaan pabrik baru ini, OBAT optimis dapat meningkatkan penjualan hingga mencapai Rp250 miliar. Langkah-langkah inovatif dan ekspansi perseroan menuai kesuksesan yang akan memperkuat posisi mereka di pasar yang semakin kompetitif.








