Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat adanya peningkatan produktivitas di antara tim sales setelah melaksanakan uji coba transformasi di sejumlah kantor cabang. Fokus utama BTN adalah menggenjot pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar kredit pemilikan rumah (KPR) non-subsidi. Transformasi menyeluruh dilakukan terhadap tenaga sales guna mendukung program perumahan nasional. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, mengungkapkan bahwa program transformasi bertajuk “New Sales Force Management” telah memberikan hasil positif. Transformasi dilakukan dari Juli 2024 hingga September 2024 di lima kantor cabang, dilanjutkan dengan 16 kantor cabang tambahan pada Februari 2025. Melalui program ini, BTN bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tim sales hingga 95% demi mencapai pertumbuhan bisnis tiga kali lipat dari sebelumnya.
Langkah-langkah dalam program transformasi mencakup penetapan target sales, monitoring produktivitas, perhitungan insentif yang kompetitif, perubahan pada struktur dan peran tim sales, serta standarisasi kompetensi sales. Selain itu, BTN juga mengarahkan tim sales untuk memperluas penetrasi ke konsumen end-user selain para mitra pengembang. Melalui skema cross-selling D2C, BTN berupaya untuk menciptakan demand yang tinggi dan meningkatkan ketergantungan developer pada BTN. Meskipun BTN dikenal sebagai pemain utama dalam KPR subsidi, perusahaan juga bergerak untuk menggenjot penyaluran KPR non-subsidi guna menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan di masa depan.
Pada akhir 2024, penyaluran KPR non-subsidi BTN telah mencapai Rp105,95 triliun, mengalami peningkatan tahunan sebesar 10,2%. Sebagian besar dari portofolio kredit BTN merupakan KPR non-subsidi, mencapai hampir 30% dari total pada Desember 2024. BTN terus berjuang untuk meningkatkan yield KPR non-subsidi sebagai produk dalam kendali perusahaan. Dengan langkah-langkah strategis ini, BTN meyakini dapat mencapai pertumbuhan bisnis yang signifikan dan berkelanjutan di industri perbankan.








