Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memastikan peningkatan layanan kontrasepsi Keluarga Berencana (KB) di berbagai fasilitas kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Menurut Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, pelayanan KB tidak hanya fokus pada jumlah, tetapi juga kualitasnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa layanan KB mencapai standar mutu yang telah ditetapkan dan terus melakukan pemantauan serta analisis untuk mengidentifikasi masalah dan menangani kualitas pelayanan KB.
Beberapa program yang menjadi prioritas Kemendukbangga/BKKBN untuk meningkatkan partisipasi dalam program KB dan kualitas layanan KB termasuk pelayanan KB di tempat kerja, pelatihan bidan dan sertifikasi kompetensi, serta kerja sama dengan BPOM dalam pengawasan kualitas alat kontrasepsi dan pengawasan alat kesehatan. Selain itu, juga dilakukan pelayanan vasektomi dengan melibatkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pelayanan KB di wilayah khusus, penguatan KB pascapersalinan, dan sosialisasi kesehatan reproduksi pada remaja dan perempuan usia subur di lembaga pemasyarakatan perempuan remaja.
Program unggulan Kemendukbangga/BKKBN, seperti Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting), telah memberikan bantuan yang mencakup nutrisi, akses air bersih, edukasi pencegahan, jamban sehat, dan rumah layak huni. Dalam program ini, telah ada 132.637 penerima dan 15.529 orang tua asuh. Selain itu, program quick wins lainnya seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dan Lansia Berdaya (Sidaya) juga telah disampaikan kepada Presiden RI.
Presiden RI mengingatkan mengenai pentingnya Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, menyusui, dan balita serta permasalahan stunting. Semua upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan KB dan program kesehatan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.








