Terminal Terpadu Pulo Gebang menerima arus pemudik selama periode angkutan Lebaran 2025 yang mencapai lebih dari 32 ribu penumpang. Dari data Pengawas Operasional Terminal Terpadu Pulo Gebang, Mujib Tambrin, tercatat sebanyak 6.136 bus antarkota antarprovinsi (AKAP) membawa pemudik tersebut kembali ke Jakarta. Jumlah pemudik ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 34.722 orang.
Pemudik mulai tiba di Terminal Pulo Gebang sejak tiga hari setelah Lebaran, dengan peningkatan jumlah penumpang setiap harinya. Data menunjukkan bahwa pemudik terbanyak berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Meskipun demikian, seluruh angkutan mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.
Terminal ini juga menyediakan layanan angkutan malam hari bagi pemudik yang tiba di terminal tersebut. Dengan kerjasama dengan Transjakarta, penumpang dapat menggunakan bus angkutan malam hari dari pukul 12 malam hingga 5 pagi. Selain itu, tersedia pula fasilitas penginapan khusus bagi penumpang bus dengan biaya Rp15.000 untuk istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pihak pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang terus melakukan evaluasi untuk memastikan layanan yang diberikan lebih baik dan maksimal. Dengan adanya fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemudik dalam menyelesaikan perjalanan pulang ke Jakarta.








