Manchester City hampir saja tersandung untuk kedua kalinya di tangan Bournemouth selama musim ini ketika mereka menang susah payah 2-1 dalam perempatfinal Piala FA pada 30 Maret kemarin. Bournemouth adalah satu dari delapan tim yang mengalahkan Manchester City dalam pertandingan Liga Premier musim ini. Tujuh tim lainnya adalah Brighton, Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester United, Aston Villa, Arsenal, dan Nottingham Forest.
Kecenderungan dalam Liga Inggris saat ini adalah pendekatan yang menekankan counter-pressure dan counter-attack. Tim-tim seperti Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Brentford berhasil menahan seri City musim ini dengan menerapkan pendekatan tersebut. Ini berbeda dengan pendekatan penguasaan bola yang menjadi ciri khas Manchester City, terutama selama era Guardiola.
Jose Mourinho, dengan pendekatan yang menekankan pertahanan dan transisi, berhasil melawan dominasi penguasaan bola Guardiola saat dia melatih Madrid pada 2010-2013. Selama sembilan tahun di Liga Premier, Guardiola telah mempengaruhi banyak tim untuk merancang serangan dari bawah yang bertumpu pada penguasaan bola. Namun, tim-tim yang mengandalkan serangan balik masih tetap menjadi ancaman bagi tim-tim berorientasi menyerang seperti Manchester City.
Selama musim ini, gaya bermain Liverpool dan Nottingham Forest menjadi contoh ekstrem dari pendekatan bermain yang menekankan transisi dan serangan balik. Tim-tim seperti Bournemouth, Brighton, dan Newcastle sering memporak porandakan City dari skema serangan balik, membuat Guardiola mengakui bahwa sepak bola modern saat ini juga bisa dilihat dalam taktik mereka.
Musim 2024-2025 menjadi saksi meningkatnya serangan balik dalam sepak bola, terutama di Liga Inggris. Tim-tim yang bertumpu pada serangan balik berhasil mencetak gol dari situasi tersebut dengan rata-rata 1,84 tembakan ke arah gawang per pertandingan. Fenomena ini menghadirkan pertanyaan mengenai keberhasilan pendekatan yang menekankan dominasi penguasaan bola dalam menghadapi tim-tim yang cenderung bermain bertahan dan melakukan serangan balik.
Dengan sisa 91 pertandingan Liga Inggris musim ini, akan menarik untuk melihat apakah pendekatan yang menekankan serangan balik akan semakin dominan dalam kompetisi. Guardiola dan timnya harus siap menghadapi tantangan ini dan beradaptasi dengan dinamika baru dalam sepak bola kompetitif.








