Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta mengingatkan umat Muslim tentang pentingnya menunaikan puasa qadha (pengganti) Ramadhan sebelum puasa Syawal. Hal ini disebabkan oleh ketentuan hukum dalam Islam di mana puasa qadha dianggap wajib, sedangkan puasa Syawal merupakan amalan sunah. Kepala Kantor Wilayah Kemenag DKI Jakarta, Adib, menekankan pentingnya mendahulukan kewajiban dalam beribadah. Bagi perempuan yang berhalangan berpuasa pada bulan Ramadhan, menggantinya harus menjadi prioritas sebelum melaksanakan puasa Syawal.
Adib merujuk pada nasihat ulama yang menyatakan bahwa umat Muslim yang mengganti puasa Ramadhan di bulan Syawal akan mendapatkan dua pahala sekaligus. Mereka akan mendapat pahala dari puasa wajib yang diganti dan pahala puasa sunah karena bertepatan dengan bulan Syawal. Setelah mengganti semua puasa Ramadhan, Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Syawal selama enam hari. Puasa Syawal merupakan amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.
Dengan demikian, kewajiban mengganti puasa Ramadhan harus didahulukan sebelum melaksanakan puasa Syawal. Hal ini penting dalam menaati ajaran Islam dan mendapatkan pahala yang berlipat. Puasa qadha Ramadhan memiliki prioritas yang harus dipenuhi sebelum umat Muslim melaksanakan puasa sunah Syawal sebagai bentuk penghormatan terhadap kewajiban dalam beragama.


