Saturday, February 14, 2026
HomeHumanioraHukum Tradisi Sungkeman Lebaran dalam Islam

Hukum Tradisi Sungkeman Lebaran dalam Islam

Lebaran di Indonesia selalu dirayakan dengan berbagai tradisi unik, salah satunya adalah sungkeman. Sungkeman merupakan momen ketika anggota keluarga yang lebih muda bersimpuh di hadapan orang tua atau sesepuh untuk memohon maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Pertanyaan muncul di kalangan umat Muslim mengenai bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi sungkeman saat Lebaran.

Dalam Islam, tradisi sungkeman bisa dilihat dari dua sudut pandang, yaitu hukum asal dan perspektif tradisi. Secara hukum asal, sungkeman tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Posisi jongkok atau bersimpuh sambil mencium tangan merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang lebih tua, selama tidak menyerupai gerakan ibadah seperti sujud atau rukuk kepada Allah. Menurut beberapa ulama, menghormati orang yang memiliki keutamaan tertentu bisa menjadi amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Dari perspektif tradisi, sungkeman adalah warisan budaya yang sejalan dengan ajaran Islam asalkan tidak mengandung unsur kemaksiatan. Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk menjaga hubungan baik dan memiliki akhlak mulia kepada sesama. Tradisi sungkeman bisa menjadi sarana mempererat hubungan keluarga, menjaga silaturahim, dan menunjukkan penghormatan kepada orang yang lebih tua. Islam memandang tradisi lokal sebagai sesuatu yang patut dilestarikan selama tidak bertentangan dengan prinsip syariat.

Dengan demikian, sungkeman saat Lebaran tidak diharamkan dalam Islam. Sebaliknya, tradisi ini merupakan bagian dari budaya yang bisa membantu mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan sikap penghormatan.Tradisi sungkeman turut memperkaya keragaman budaya di Indonesia dan harus tetap dilestarikan dengan penuh penghargaan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler