D.N. Aidit, Sekretaris Jenderal CC PKI, tiba di Semarang pada 28 November 1953 dan memberikan ceramah di gedung sekolah Sin You Sho. Dalam ceramahnya, Aidit membahas program PKI terutama terkait modal asing yang ada di Indonesia. Menurut Aidit, sebagian besar modal asing di Indonesia dimiliki oleh Belanda, disusul oleh Inggris, Amerika, Belgia, dan negara lainnya. Dia juga membahas pentingnya ekonomi dalam politik, menyatakan bahwa siapa yang menguasai ekonomi juga menguasai politik. Aidit menegaskan bahwa Indonesia masih dalam status kolonial karena imperialis asing masih mengendalikan ekonomi dan budaya negara.
Aidit kemudian membahas tentang “penyerahan kedaulatan” Indonesia, menyatakan bahwa hal tersebut sebenarnya hanya formalitas belaka. Dia mencontohkan Burma dan India yang mengalami hal serupa. Aidit menyarankan agar upaya menuju kedaulatan penuh menjadi prioritas utama untuk mencapai kemerdekaan sesungguhnya. Dia memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Ali Sastroamidjojo yang mampu melewati rintangan kedaulatan, contohnya dalam penjualan karet ke RRT.
Di akhir ceramah, Aidit menegaskan bahwa PKI akan terus mendukung Kabinet Ali-Wongso selama program pemerintah dapat berjalan lancar. Pertemuan yang semula dijadwalkan sebagai pertemuan umum terbatas berubah menjadi rapat umum biasa karena dihadiri oleh banyak pengunjung hingga ke halaman rumah. Aidit juga mengumumkan bahwa akan memberikan ceramah di rapat yang diadakan di aloon Semarang pada 29 November.
Dari ceramah Aidit tersebut, terungkap informasi yang diperoleh dari Pusat Data dan Layanan Informasi ANTARA. Tautan sumber: [Source link]








