Komitmen PSSI untuk menjaga kelangsungan program pembinaan pemain Timnas Indonesia dari level kelompok usia hingga senior ditegaskan oleh Ketua Umum Erick Thohir. Setelah bertemu dengan Kepala Pelatih Timnas U-23 Gerald Vanenburg dan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Kombes Pol Sumardji, Erick menyatakan kesepakatan untuk menjalankan program kontinuitas di semua tingkatan timnas. Langkah tersebut bertujuan agar talenta pemain dapat dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
PSSI dan BTN juga menegaskan komitmennya dalam mencari pemain berbakat, termasuk dari kalangan usia muda, sebagai persiapan untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik. Hal ini merupakan upaya untuk mengumpulkan para pemain terbaik Indonesia mulai dari usia dini guna memperkuat Timnas Indonesia ke depan.
Pertemuan antara Erick Thohir dan Gerald Vanenburg juga menjadi pertanda pembentukan kembali skuad Timnas Indonesia U-23. Meskipun tim U-23 Indonesia tidak berhasil lolos ke Olimpiade setelah mengalami kekalahan tipis, prestasi mereka di Piala Asia U-23 dan babak playoff diapresiasi oleh banyak pihak. Hal ini menjadi pijakan penting bagi PSSI dalam merancang program pembinaan yang berkesinambungan.
Komitmen PSSI dalam mempersiapkan Timnas Indonesia hingga tahun 2045 dengan fokus pada pemain muda, peran pemain naturalisasi, dan program pemusatan latihan jangka panjang juga menjadi sorotan. Dengan konsistensi program pembinaan dari level junior hingga senior, diharapkan regenerasi pemain timnas dapat berjalan lancar dan mencetak prestasi di kompetisi internasional. Semua upaya ini sejalan dengan visi jangka panjang PSSI menuju Olimpiade dan Piala Dunia.








