Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menegaskan komitmen mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang tetap tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kerja sama dan koordinasi antara kedua lembaga dianggap penting dalam mewujudkan kondisi ekonomi yang stabil dan sektor keuangan yang berdaya tahan. Rapat koordinasi yang dihadiri oleh anggota Dewan Gubernur BI dan Dewan Komisioner OJK pada tanggal 24 Maret lalu menilai bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik meskipun dalam situasi ketidakpastian. Pertumbuhan intermediasi yang tinggi turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, didukung oleh likuiditas yang memadai dan ketahanan industri keuangan yang terjaga dengan baik.
Selain itu, BI dan OJK berencana untuk terus meningkatkan kerja sama dan koordinasi pada beberapa area strategis dan prioritas. Pertama, mereka akan mempercepat proses perizinan sektor jasa keuangan dengan melakukan simplifikasi persyaratan, standardisasi proses bisnis, serta digitalisasi proses perizinan. Selanjutnya, kedua belah pihak juga akan berkoordinasi dalam pengembangan pasar keuangan, termasuk dalam transisi pengakhiran JIBOR dan penggunaan IndONIA sebagai gantinya. Selain itu, mereka akan bersinergi dalam pengaturan dan pengembangan transaksi repo SBN serta pendalaman pasar sekuritisasi aset untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas.
Komitmennya juga termasuk kerja sama dalam pengembangan inovasi teknologi keuangan, penguatan edukasi dan inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen. Selain itu, BI dan OJK juga bekerja sama dalam memastikan ketahanan dan keamanan siber di sektor keuangan. Dengan sinergi kebijakan dan koordinasi yang kuat, diharapkan stabilitas dan ketahanan sektor keuangan dapat terjaga dengan baik, sejalan dengan Program Astacita Pemerintah. Kedepannya, kerja sama ini akan terus ditingkatkan guna meningkatkan efektivitas kedua lembaga dalam menjalankan tugas dan wewenangnya.








