Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, melakukan peninjauan terhadap industri pembuatan tahu dan tempe di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam kunjungannya, ia mendorong agar kawasan tersebut berkembang menjadi sentra atau kawasan ekonomi khusus. Bambang mengawal agar harga kedelai, bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe, tetap terjangkau bagi para produsen di lokasi tersebut. Menurutnya, industri tahu dan tempe di Kecamatan Taman merupakan penghasil ribuan produk setiap harinya dan layak dijadikan kawasan ekonomi khusus. Bambang juga berupaya menjaga stabilitas harga kedelai agar industri tahu dan tempe di Sidoarjo dapat tetap berkembang.
Dia menyampaikan harapannya agar harganya tetap stabil di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram, agar industri tahu dan tempe tetap berkelanjutan. Bambang juga menyarankan pemerintah untuk mencari negara-negara penghasil kedelai murah selain Amerika dan Kanada, seperti India dan China. Ia berpendapat bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi produsen kedelai yang besar, mirip dengan masa kepemimpinan Presiden Soeharto yang berhasil menghasilkan 2 juta ton kedelai melalui program tanam kedelai serentak. Ia juga menyoroti pentingnya pemasaran produk lokal seperti tempe dan tahu dari Sidoarjo dengan merek sendiri untuk lebih dikenal masyarakat.
Sebagai produsen tahu, Bakri juga berharap adanya subsidi harga kedelai oleh pemerintah atau penurunan harga ke angka Rp8.000 per kilogram. Saat ini, keuntungan yang diperoleh dari industri tahu sangat tipis mengingat harga kedelai yang tinggi. Bakri berharap agar ada kelonggaran harga kedelai agar para produsen bisa lebih untung dan memiliki lebih banyak tabungan untuk keluarga mereka.








