Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas/Bazis) DKI Jakarta, menyelenggarakan program mudik gratis untuk penyandang disabilitas. Program ini menjadi bagian dari upaya Jakarta sebagai kota inklusif yang memperhatikan keberagaman masyarakat, termasuk difabel. Total empat bus disiapkan tahun ini dengan kapasitas 215 kursi untuk para penyandang disabilitas netra, daksa, dan rungu.
Tingginya minat peserta menjadi alasan penambahan jumlah bus dari dua tahun sebelumnya. Peserta mudik mayoritas berasal dari Yogyakarta, Solo, Wonogiri, dan Sragen. Sebanyak 16 penyandang disabilitas netra didampingi satu pendamping hingga tiba di tujuan. Setiap bus mampu menampung 40 penumpang tanpa penyesuaian khusus.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, memberikan apresiasi atas program ini karena memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Selain itu, program ini juga merupakan wujud perhatian DKI Jakarta terhadap kelompok difabel. Total 552 unit bus disediakan untuk program mudik gratis tahun ini, meningkat 11 persen dari target awal.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, memastikan seluruh bus yang digunakan dalam program mudik gratis layak jalan. Peserta yang terlambat dan tertinggal bus akan diberangkatkan dengan bus berikutnya. Selain itu, sosialisasi antipungutan liar (pungli) juga gencar dilakukan di berbagai lokasi strategis untuk mewujudkan Idul Fitri tanpa praktik pungli. Program mudik gratis ini merupakan bagian dari upaya DKI Jakarta untuk memperhatikan keberagaman masyarakat dan memberikan layanan inklusif kepada semua warga.








