Pemerintah bersiap-siap untuk meningkatkan penggunaan gas bumi di rumah tangga mengingat masih sedikitnya masyarakat yang dapat memanfaatkan gas bumi di dapur mereka. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan komitmen pemerintah dalam memasifkan penggunaan gas bumi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Hal ini terungkap saat Bahlil melakukan kunjungan ke Rusun Grudo di Tegalsari, Surabaya, untuk memantau jaringan gas (jargas) rumah tangga. Beliau menekankan bahwa penggunaan gas bumi di rumah tangga aman, nyaman, dan dapat menghemat biaya bulanan hingga 40 persen dibandingkan menggunakan gas LPG. Namun, masih terdapat kendala dalam pemanfaatan gas bumi karena keterbatasan jaringan pipa gas. PT Pertamina Gas Negara (PGN) mencatat bahwa hanya sekitar 6 persen pelanggan gas bumi di Jawa Timur dari total market, dikarenakan baru sekitar 8.970 kilometer pipa gas bumi yang terpasang di beberapa wilayah Indonesia. Hal ini mendorong pemerintah untuk memperluas jaringan pipa gas bumi guna menekan impor LPG. Di tengah upaya peningkatan penggunaan gas bumi, keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan energi berbasis gas bumi akan terus menjadi perhatian utama.








